™My Generation™
Bukan seorang member?

Jika Anda bukan member dan belum mendaftar, hanya membutuhkan waktu beberapa menit untuk mendaftar! Menjadi member mendapatkan banyak manfaat dan banyak lagi!.


-Mulai topik baru dan membalas pesan kepada orang lain.
-Berlangganan topik dan forum untuk mendapatkan update otomatis.
-Dapatkan profil Anda sendiri dan membuat teman baru.
-Menyesuaikan diri dari pengalaman Anda di sini dan berbagi.
Daftar Sekarang.
By: ™My Generation™ Community Anak Bangsa

™My Generation™

Community Anak Bangsa 2011
 
IndeksPortalCalendarGalleryFAQPencarianPendaftaranLogin
**Welcome To ™My Generation™ Community Anak Bangsa**|||**Bergabunglah Dengan Kami Dan Daftarkan Diri Anda Sekarang**
Login
Username:
Password:
Login otomatis: 
:: Lupa password?
Live Streaming
Top posters
Xaverius Fully
 
MG-Aestine Christy
 
laskar751
 
dauskhaan
 
MG_Santi Viper
 
gifan123
 
arvo
 
royvandi
 
MG_Ferdian Xaverius
 
nack-karma
 
widgeo.net
Iklan
December 2016
MonTueWedThuFriSatSun
   1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031 
CalendarCalendar

Share | 
 

 Analisis & Prediksi Grup G Piala Dunia 2014

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
Xaverius Fully
Admin
Admin


MG Community Anak Bangsa
Jumlah posting : 245
Points : 3220
Reputation : 527
Join date : 30.12.10
Age : 28
Lokasi : Dunia Maya

PostSubyek: Analisis & Prediksi Grup G Piala Dunia 2014   Thu Jun 12, 2014 7:02 pm


Jerman dan Portugal layak dijagokan untuk keluar dari
salah satu grup maut di Brasil ini.

JERMAN


Ikhtisar: Langkah tim spesialis turnamen ini menuju Brasil
2014 nyaris bebas hambatan. Menempati Grup C babak
kualifikasi zona Eropa, hanya sekali Jerman menelan hasil
mengecewakan, yaitu saat diimbangi Swedia di kandang
sendiri 4-4 meski telah memimpin empat gol! Sementara
sembilan partai sisa seluruhnya dilalap dengan kemenangan.
Tak hanya itu, Die Mannschaft dengan menggelontorkan total
36 gol alias rata-rata 3,6 per partai.
Performa impresif anak buah Joachim Low berlanjut dalam
rangkaian uji coba menjelang putaran final Piala Dunia. Dalam
enam partai, Jerman tak terkalahkan dan memenangi
separuhnya. Terlepas dari hasil-hasil positif tersebut, suara
dari kamp Jerman seperti agak sungkan mengumandangkan
ambisi juara. Selain tradisi buruk negara Eropa di Benua
Amerika, kubu Der Panzer agaknya juga terbebani oleh
beberapa problem cedera, dengan yang terbaru Marco Reus
harus melewatkan turnamen. Namun, diakui atau tidak, Jerman
pastinya menyadari mereka memiliki amunisi mumpuni untuk
menyudahi paceklik trofi internasional sejak 1996.

Pemain Andalan Philipp Lahm

Di tengah sederet talenta istimewa yang menghiasi generasi
terkini skuat Jerman, kapten Philipp Lahm masih memegang
salah satu peran tervital. Jiwa kepemimpinan dan, yang
terpenting, konsistensi di level tinggi menjadikan kehadiran
Lahm krusial dalam tim. Setelah sebelumnya bermain di bek kiri
dan kanan, di turnamen teranyar Lahm mungkin bakal
dipercaya Low mengisi lini tengah usai menunjukkan
transformasi posisi mulus di Bayern Munich.
Taktik: Lenyap sudah Jerman yang text-book dan efisien.
Die Nationalmannschaft dalam beberapa tahun terakhir
menjelma jadi tim pengusung sepakbola ofensif nan atraktif
dengan bakat-bakat kreatif cemerlang. Saking berjubelnya
pemain hebat di lini kedua, Low bahkan berani cuma membawa
satu striker murni, Miroslav Klos, dengan pertimbangan nama-
nama seperti Thomas Muller atau Mario Gotze dapat didorong
untuk memainkan peran false nine dalam skema 4-2-3-1.
Absensi Marco Reus pantas diratapi Jerman, namun
keberadaan Lukas Podolski membuat mereka tak perlu terlalu
kecewa. Panzer dapat dipastikan tampil menyerang, namun
yang pantas ditunggu adalah apakah Low bakal lebih
mengedepankan possession football ala Bayern di bawah
asuhan Pep Guardiola atau gaya agresif dengan transisi cepat
andalan Borussia Dortmund. Fakta bahwa hanya satu striker
yang diangkut mengindikasikan Low cenderung menyerupai
Guardiola yang gemar mendominasi penguasaan bola dengan
menumpuk gelandang, tapi ia juga harus pandai-pandai
melakukan modifikasi taktik sesuai lawan yang dihadapi.
Pelatih
Joachim Low

Naik pangkat jadi pelatih kepala menyusul berakhirnya masa
jabatan Jurgen Klinsmann, Joachim Low sukses meneruskan
proses perkembangan Jerman untuk kembali jadi salah satu
kekuatan utama sepakbola dunia. Setelah membawa tim selalu
menembus minimal semi-final dalam tiga kejuaraan
internasional terdahulu, Low paham ia mesti berjuang sekuat
tenaga untuk mempersembahkan prestasi terbaik di Brasil
musim panas ini.

PORTUGAL

Ikhtisar: Portugal mesti menempuh perjalanan berliku untuk
menyegel tempat di putaran final turnamen musim panas ini.
Kalah bersaing dengan Rusia dalam perebutan puncak
klasemen grup babak kualifikasi, Seleccao terpaksa melalui
fase play-off kontra Swedia.
Di sinilah Portugal unjuk kekuatan atas Zlatan Ibrahimovic cs.,
dengan Cristiano Ronaldo memborong empat gol dalam dua leg
untuk memberangkatkan tim ke Brasil lewat kemenangan
agregat 4-2. Menyongsong Piala Dunia, Portugal membawa
bekal amat positif dengan raupan tiga kemenangan tanpa
pernah kalah dalam empat partai eksebisi, termasuk
keunggulan komprehensif 5-1 atas Republik Irlandia di New
Jersey, Selasa (11/6) kemarin.

Pemain Andalan Cristiano Ronaldo

Bukti kehebatan seorang Cristiano Ronaldo sudah berserakan.
Megabintang satu ini seolah sendirian mengantar Portugal
menembus babak utama PD 2014 melalui torehan empat gol
ke gawang Swedia di putaran play-off. Dwigol dalam
kemenangan 5-1 atas Kamerun pada uji coba Maret lalu juga
meresmikan CR7 sebagai topskor abadi Seleccao dengan 49
gol. Portugal pantas berharap banyak pada pemegang gelar
terkini Ballon d’Or.
Taktik: Tak ada perubahan besar dalam susunan inti Portugal
dibandingkan Euro dua tahun silam. Bahkan pada partai leg
kedua babak play-off versus Swedia, pelatih Paulo Bento
menurunkan starting XI sama persis dengan laga semi-final
Euro 2012 melawan Spanyol, di mana Portugal takluk via adu
penalti. Ini artinya, selain semakin matang, kebersamaan skuat
Seleccao juga tak perlu disangksikan. 4-3-3 bakal tetap
menjadi formasi baku Portugal dengan trio Nani, Hugo Almeida,
dan Cristiano Ronaldo menghiasi garis depan. Kalau diperlukan,
Bento juga dapat mengubah skema berkat mengorbitnya
Willem Carvalho. Gelandang bertahan belia ini dapat
diposisikan di belakang Miguel Veloso, Joao Moutinho, serta
Raul Meireles dalam sistem 4-4-2 dengan Ronaldo bekerja
sama dengan Almeida sebagai duet striker.

Pelatih Paulo Bento

Mengukir pencapaian positif pada turnamen internasional
pertamanya dua tahun silam – Portugal melaju hingga semi-
final Euro dan hanya kalah adu penalti dari Spanyol – Paulo
Bento tentu berharap menorehkan hasil yang minimal sama
gemilangnya di Piala Dunia. Dengan performa Cristiano Ronaldo
berada di titik puncak, Bento memiliki senjata mematikan untuk
menggebrak di turnamen terbesar sejagat. Namun, kekuatan
yang kurang merata di segala lini menjadi faktor negatif untuk
sang bos.

GHANA


Ikhtisar: Aksi Ghana menuju Brasil pantas diacungi jempol.
Mereka hampir tak mengalami kendala berarti di selama fase
kualifikasi. Langsung terjun ke putaran kedua zona Afrika, The
Black Stars memuncaki Grup D berbekal 15 poin dari maksimal
18. Satu kekalahan hanya diderita lewat skor tipis 1-0 di
kandang Zambia.
Kiprah mereka makin menawan di babak selanjutnya yang juga
menjadi fase penentuan. Berhadapan dengan negara kuat
Mesir dalam dua leg bersistem gugur, Ghana berjaya dengan
skor agregat telak 7-3! Sayang torehan Ghana menurun
setelahnya. Mereka tumbang di tangan Libya lewat adu
penalti di final Kejuaraan Afrika (berbeda dengan Piala Afrika)
awal tahun ini, juga menelan dua kekalahan dari Montenegro
dan Belanda di partai ujicoba. Untungnya mereka dapat
memasuki perhelatan di Brasil dengan hasil baik berupa skor
4-0 atas Korea Selatan dalam eksebisi terakhir.

Pemain Andalan Asamoah Gyan

Sempat mengambil cuti dari sepakbola internasional setelah
kembali gagal mengeksekusi penalti krusial di semi-final Piala
Afrika 2012 – sebelumnya ia juga gagal di Piala Dunia 2010 –
Gyan langsung diangkat sebagai kapten tim setelah kembali.
Sang bomber kini telah berkembang semakin matang dan
menunjukkan potensi bagus untuk bersinar di Brasil. Dengan
koleksi enam gol, Gyan adalah joint-topscorer di babak
kualifikasi zona CAF.
Taktik: Mengandalkan skema 4-4-2 nan ofensif selama
kualifikasi, pelatih James Kwesi Appiah mungkin akan kembali
ke pola lama Ghana, 4-5-1, guna mengatasi inferioritas
amunisinya di hadapan lawan-lawan kelas berat seperti
Jerman dan Portugal. Terlepas dari masalah sistem, sang bos
dikenal hebat dalam memompa semangat dan keyakinan
pasukannya, terutama mereka yang sebelumnya jarang
terekspos.

Pelatih James Kwesi Appiah

Mantan kapten Ghana ini didapuk menukangi timnas senior
sejak April dua tahun silam, setelah sebelumnya juga sempat
bertugas di skuat U-23. Meski belum memberikan silverware,
Appiah telah menanamkan mentalitas kuat ke dalam skuat
The Black Stars. Hal ini bisa berperan krusial saat berjumpa
lawan yang di atas kertas lebih kuat.

AMERIKA SERIKAT


Ikhtisar: Termasuk enam negara unggulan di Amerika Utara
dan Tengah, AS mendapat bye ke babak ketiga kualifikasi
wilayah ini. Label unggulan itu tidak keliru karena The Yanks
sukses menjuarai grup dengan hanya kehilangan angka di dua
dari total enam laga. Di putaran penentuan atau yang dikenal
dengan babak Hexagonal, AS kembali jadi yang terbaik. Di
antara enam peserta fase ini, mereka finis di urutan teratas
dengan selisih empat angka atas Kosta Rika dan berhak
mengamankan jatah otomatis ke Brasil. Meski kemudian
sempat dilanda inkonsistensi hasil dalam laga-laga uji coba,
AS memungkas persiapan jelang turnamen final dengan streak
tiga kemenangan beruntun atas Azerbaijan, Turki, serta
Nigeria.

Pemain Andalan Michael Bradley

Disebut sebagai “konektor” oleh legenda AS, Alexi Lalas,
Michael Bradley memang menjadi penghubung sempurna
antarlini dalam skuat besutan Jurgen Klinsmann. Peran
tersebut mampu dijalankannya denga sangat baik berkat visi
dan pemahaman bermain yang tinggi. “Dia bisa bermain dengan
siapa pun. Tak seorang pun yang lebih penting darinya di tim
nasional AS, dan tak ada juga yang akan lebih penting darinya
musim panas ini,” demikian sanjung lalas buat eks gelandang
Roma ini.
Taktik: Mungkin sadar materi pemain AS tak sehebat
Jerman, Klinsmann pada awalnya menerapkan pendekatan
defensif untuk skuat The Yanks, di mana ia suka menumpuk
gelandang bertahan. Tapi belakangan sang pelatih lebih berani
berelaborasi. 4-2-3-1 menjadi pakem dasar eks arsitek
Bayern Munich ini dengan Bradley mengisi duet jangkar
bersama Jermaine Jones dan Clint Dempsey jadi penyerang
bayangan di belakang Jozy Altidore.

Pelatih Jurgen Klinsmann

Pencoretan Landon Donovan membuktikan Jurgen Klinsmann
lebih mementingkan performa ketimbang reputasi. Masih harus
dinanti apakah keputusan ini tepat atau justru blunder. Hanya,
jujur saja, peluang AS sebetulnya akan lebih bagus dengan
keberadaan Donovan dalam tim mengingat ia punya rekor
mengilap bersama The Yanks.
.
Prediksi

Jerman & Portugal Lebih Superior

Jerman 2-1 Portugal. Ghana 2-2 AS
Jerman 2-0 Ghana. AS 1-2 Portugal
AS 1-3 Jerman. Portugal 2-1 Ghana

1. Jerman 9
2. Portugal 6
3. AS 1
4. Ghana 1
Grup ini adalah salah satu kelompok maut di gelaran Piala Dunia
kali ini, namun keadaan di lapangan tampaknya tak akan begitu
ketat. Level dua wakil Eropa, Jerman dan Portugal, secara
kasat mata masih superior atas sepasang kontestan lainnya.
Die Mannschaft dan Selecao das Quinas layak dijagokan
melangkah ke putaran 16 besar, dengan pertemuan mereka
pada laga pertama boleh jadi akan menentukan siapa bakal
menjadi juara grup. Pengalaman Jerman akan berbicara dan
membawa mereka mengungguli Portugal di Salvador pada 16
Juni mendatang.
Kembali Ke Atas Go down
http://ferdiankeijikenichiunderground.blogspot.com/
 
Analisis & Prediksi Grup G Piala Dunia 2014
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1
 Similar topics
-
» 10 Grup Lawak Paling Berpengaruh di Indonesia
» Ramalan Dunia Dari Tahun 2010 Sampai 5079
» 10 Mafia Terkejam di Dunia
» MOGE SKUTIK YAMAHA TMAX 2014 FP PLAT B
» WTS : YAMAHA R6 RACE BLUE 2014 ATPM KM HANYA 46

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
™My Generation™ :: Sport :: Sepak Bola-
Navigasi: