™My Generation™
Bukan seorang member?

Jika Anda bukan member dan belum mendaftar, hanya membutuhkan waktu beberapa menit untuk mendaftar! Menjadi member mendapatkan banyak manfaat dan banyak lagi!.


-Mulai topik baru dan membalas pesan kepada orang lain.
-Berlangganan topik dan forum untuk mendapatkan update otomatis.
-Dapatkan profil Anda sendiri dan membuat teman baru.
-Menyesuaikan diri dari pengalaman Anda di sini dan berbagi.
Daftar Sekarang.
By: ™My Generation™ Community Anak Bangsa

™My Generation™

Community Anak Bangsa 2011
 
IndeksPortalCalendarGalleryFAQPencarianPendaftaranLogin
**Welcome To ™My Generation™ Community Anak Bangsa**|||**Bergabunglah Dengan Kami Dan Daftarkan Diri Anda Sekarang**
Login
Username:
Password:
Login otomatis: 
:: Lupa password?
Live Streaming
Top posters
Xaverius Fully
 
MG-Aestine Christy
 
laskar751
 
dauskhaan
 
MG_Santi Viper
 
gifan123
 
arvo
 
royvandi
 
MG_Ferdian Xaverius
 
nack-karma
 
widgeo.net
Iklan
December 2016
MonTueWedThuFriSatSun
   1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031 
CalendarCalendar

Share | 
 

 Analisis & Prediksi Grup D Piala Dunia 2014

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
Xaverius Fully
Admin
Admin


MG Community Anak Bangsa
Jumlah posting : 245
Points : 3220
Reputation : 527
Join date : 30.12.10
Age : 28
Lokasi : Dunia Maya

PostSubyek: Analisis & Prediksi Grup D Piala Dunia 2014   Thu Jun 12, 2014 3:31 pm


Inilah bingkai persaingan yang akan terjadi di Grup D
selama perhelatan Piala Dunia 2014.

INGGRIS


Ikhtisar: Perjalanan tim nasional Inggris untuk sampai ke
Brasil memang terbilang mulus. Terbukti, mereka keluar sebagai
tim terbaik di kualifikasi Piala Dunia Zona Eropa Grup H dengan
rekor tak terkalahkan dan hanya kebobolan empat gol dengan
menjaringkan bola sebanyak 31 kali. Meski demikian, The Three
Lions baru mendapati jalan terjal ketika bertanding di luar
Eropa, di mana mereka tertahan dua kali oleh tim bergaya
Amerika Latin seperti Ekuador dan Honduras saat
melangsungkan uji coba di Amerika Serikat, yang sekaligus
memberi pekerjaan tambahan buat manajer Roy Hodgson
sebelum bersua Italia, Uruguay dan Kosta Rika.

Pemain Andalan Wayne Rooney

Sosok penyerang Manchester United itu akan menjadi
tumpuan dalam skema serangan tim nasional Inggris, di mana
sang manajer bakal menempatkan Rooney menjadi seorang
second striker atau winger guna menyokong Daniel Sturridge
yang di musim kemarin tampil menggila bersama Liverpool.
Inggris kiranya boleh berharap pada Rooney lantaran yang
bersangkutan sudah kenyang akan pengalaman untuk berlaga
di level tertinggi sepakbola.
Taktik: Inggris arahan Roy Hodgson lebih cenderung
pragmatis dan memilih tim berdasarkan pendekatan yang
sesuai dengan oposisi tertentu, tetapi aman untuk berasumsi
bahwa formasi yang akan diterapkan adalah variasi 4-3-3
atau 4-2-3-1, dengan Steven Gerrard yang menjadi andalan
dalam mengalirkan bola dari lini tengah. Jika mereka bermain
dengan satu orang striker saja, maka Inggris biasanya
mengerahkan semua pemainnya untuk mobile agar membantu
masing-masing personel di setiap lini. Dan jika mereka bermain
dengan tiga striker, maka seorang Wayne Rooney bakal
dijadikan tumpuan sebagaimana ia yang didukung Daniel
Sturridge serta Daniel Welbeck yang bergerak dari sektor luar.

Pelatih Roy Hodgson

Dengan segudang pengalaman yang dimiliki, Piala Dunia adalah
turnamen besar lainnya untuk seorang Roy Hodgson setelah
Euro 2012. Mantan manajer Liverpool itu pernah menangani
15 klub dan tiga negara berbeda sejak memulai debut
kepelatihan pada 1976. Meski dibekali CV yang mentereng,
namun Hodgson belum berhasil untuk meraih kejayaan di
kompetisi Eropa, dengan prestasi terbaiknya adalah
membawa Inter dan Fulham menjadi runner-up di ajang UEFA
Cup (1997) dan Europa League (2010).

ITALIA


Ikhtisar: Tim nasional Italia tampil tanpa celah saat melakoni
kualifikasi Piala Dunia Zona Eropa Grup B, di mana mereka
keluar sebagai juara grup dengan status tidak terkalahkan dari
sepuluh pertandingan. Mesi begitu, Azzurri harus waspada
mengingat dalam lima pertandingan internasional resmi
terakhir, mereka belum lagi mendapatkan kemenangan, bahkan
sempat tertahan dari Republik Irlandia dan Luksemburg pada
awal Juni.
Tiba lebih awal di Brasil, perwakilan asal Eropa ini menatap
Piala Dunia 2014 dengan rasa percaya diri tinggi, terlebih
setelah sukses mengandaskan perlawanan klub lokal
Fluminense dengan skor 5-3 dalam sebuah laga uji coba,
Minggu (8/6). Dipertemukan dengan Inggris, Uruguay dan
Kosta Rika, Italia memiliki keuntungan tersendiri karena di
tahun lalu mereka sempat berpartisipasi di ajang Piala
Konfederasi 2013 sebelum tumbang dari Spanyol.

Pemain Andalan Mario Balotelli

Performa Si Bengal kembali diharapkan untuk membawa Italia
melaju jauh di sebuah turnamen resmi FIFA. Sebelum ini, mantan
pemain Manchester City itu sempat menjadi tulang punggung
negaranya kala berlaga di ajang Euro 2012, di mana Super
Mario membawa Azzurri tampil hingga partai puncak sebelum
kalah dari Spanyol dengan skor 4-0. Kiranya, pemuda berusia
23 tahun itu bakal kembali diandalkan saat Italia berlaga di
ajang Piala Dunia 2014.
Taktik: Pelatih Cesare Prandelli nyaris tak pernah
menggunakan skema 3-4-2-1. Namun, meski hanya dua kali
menerapkannya, Italia mampu tampil hebat dengan formasi
tersebut. Selain menang 2-1 atas Republik Ceko di kualifikasi
Piala Dunia 2014, publik tentu masih ingat bagaimana Gli
Azzurri sukses memenangi taktik di babak semi-final Piala
Konferderasi 2013 melawan Spanyol. Sang juara Eropa dan
dunia itu mereka buat frustrasi bahkan nyaris kalah hingga
memaksakan babak adu penalti.
Dalam perkembangannya skema tersebut bakal berubah
menjadi 3-1-4-2, di mana Andrea Pirlo akan menegaskan
posisinya sebagai jangkar. Claudio Marchisio dan Thiago Motta
bertugas jadi pelayan striker tunggal di depan sekaligus
pengalir bola, sementara Daniele De Rossi jadi orang yang
merusak dan memutus aliran serangan lawan. Skema tersebut
memaksa permainan terpusat di tengah, sehingga para winger
memiliki ruang lebih untuk memimpin serangan bailk.

Pelatih Cesare Prandelli
Mengemban peran sebagai pelatih tim nasional usai Piala Dunia
2010 dengan menggantikan posisi Marcello Lippi, track
record Cesare Prandelli terbilang bagus sebagaimana ia yang
sukses membawa negaranya berjaya di level internasional. Di
Euro 2012 lalu, ia membawa Italia ke partai puncak meski
akhirnya harus mengakui keunggulan Spanyol. Di Piala
Konfederasi tahun lalu, pemikirannya untuk tim sukses
mengantarnya hingga babak semi-final sebelum akhirnya
memenangi persaingan kualifikasi Piala Dunia 2014 Grup B
dengan catatan tidak terkalahkan.

KOSTA RIKA


Ikhtisar: Perjalanan Kosta Rika untuk melaju ke Brasil 2014
memang dilalui dengan susah payah. Setelah menjadi runner-
up di bawah Meksiko dalam babak kualifikasi putaran ketiga
Zona CONCACAF, Ticos akhirnya mengamankan satu tiket ke
Piala Dunia usai finis di bawah Amerika Serikat dengan
menggenggam 18 poin dari sepuluh pertandingan.
Usai kelolosan tersebut, performa anak asuh Jorge Luis Pinto
justru merosot sebagaimana mereka yang hanya menang satu
kali dari empat laga uji coba terakhir. Saat melakoni
pemanasan sebelum Piala Dunia pada awal Juni, Kosta Rika
terpaksa mengakui keunggulan Jepang 3-1 dan gagal
mengatasi Republik Irlandia.

Pemain Andalan Bryan Ruiz

Setelah kehilangan striker Alvaro Saborio yang mengalami
cedera, Kosta Rika praktis tinggal berharap pada kemampuan
Bryan Ruiz, seorang playmaker handal yang turut membantu
kelolosan Ticos ke Piala Dunia. Meski mendapati musim yang
sulit karena terpinggirkan di Fulham hingga dipinjamkan ke PSV
Eindhoven selama setengah musim, namun yang bersangkutan
memiliki motivasi ekstra mengingat ini adalah Piala Dunia
pertamanya setelah absen di edisi 2006.
Taktik: Formasi favorit Jorge Luis Pinto adalah 5-4-1,
meski pada kenyataannya hampir seperti 5-2-3. Dia selalu
menggunakan tiga bek sentral dan dua bek sayap yang tidak
diizinkan menyerang sepanjang waktu, namun diharapkan
untuk melakukannya kapan pun mereka bisa. Di lini tengah, ia
menggunakan seorang gelandang bertahan dan pemain serba
guna di depannya, yang mana memiliki keahlian dalam
melancarkan bola panjang.
Taktik yang diterapkan tergantung pada pertandingan yang
dihadapi. Ketika tim lawan memiliki kemampuan penguasaan
bola dan menyerang, Pinto lebih suka jika dua gelandangnya
bermain agak ke dalam dan membantu pertahanan. Ketika
Ticos pergi menyerang, lima bek tersebut akan terpecah
menjadi tiga dan berganti pada pola 3-4-3.

Pelatih Jorge Luis Pinto

Setelah gagal saat memimpin Kosta Rika pada 2004 hingga
2005, Jorge Luis Pinto memilih kembali ke Kolombia untuk
menangani Corporacion Nuevo Cucuta Deportivo pada 2006
dan langsung membawa mereka menjadi juara di kasta
tertinggi untuk kali pertama dalam sejarah. Dan setelah
berpetualang di negaranya, Pinto memilih kembali untuk
menangani Ticos pada 2011 hingga akhirnya sukses
membawa timnya lolos ke Piala Dunia keempatnya setelah
1990, 2002 dan 2006.

URUGUAY


Ikhtisar: Uruguay kembali mengulang penampilan buruk saat
berlaga di babak kualifikasi Zona CONMEBOL dalam rangka
memperebutkan empat tiket otomatis ke Piala Dunia 2014.
Pasukan Oscar Tabarez, yang memiliki segudang pemain
bintang, bahkan harus menjalani partai play-off dengan
menghadapi wakil Asia Jordania, di mana mereka menang
agregat 5-0.
Seperti diketahui, pada edisi 2010 silam, La Celeste juga
harus melalui babak play-off, di mana mereka sukses lolos
karena menang agregat 2-1 atas Kosta Rika sebelum akhirnya
melaju hingga babak semi-final sebelum ditumbangkan runner-
up turnamen, Belanda.
Di Piala Dunia kali ini, situasi yang dihadapi hampir serupa,
namun pembedanya adalah skuat mereka sudah jauh lebih
matang, yang mana dibuktikan dengan dua kemenangan dari
dua pertandingan terakhir sebelum memulai ajang empat
tahunan tersebut.

Pemain Andalan Luis Suarez

Tim nasional Uruguay sedang berharap-harap cemas dengan
Luis Suarez yang saat ini tengah fokus memulihkan cedera.
Lebih dari itu, mereka juga berharap bahwa performa
menawan bintang Liverpool ini mampu merembet ke pentas
internasional. Setelah mengemas 31 gol di Liga Primer Inggris
pada musim kemarin, Suarez, yang menjadi top skor tim di
babak kualifikasi zona CONMEBOL dengan torehan 11 gol,
bakal menjadi tumpuan di lini depan sebagaimana kondisi sang
bintang yang terus membaik jelang Piala Dunia.
Taktik: Pelatih Oscar Tabarez lebih suka meracik strategi
berdasarkan pada kemampuan lawan yang ingin menyerang
timnya untuk kemudian mengeluarkan potensi terbaik
pasukannya di atas lapangan. Selagi masih banyak
pertimbangan, mengingat cedera yang dialami Luis Suarez,
tampaknya bahwa di Piala Dunia 2014 ia akan menerapkan
formasi 4-4-2 saat bertemu Kosta Rika, dengan Fernando
Muslera berdiri di bawah mistar, Maximiliano Pereira, Diego
Lugano, Diego Godin dan Martin Ceceres yang menjadi
tumpuan di lini belakang.
Nantinya, peran gelandang akan dipercayakan pada Cristhian
Stuani, Arevalo Rios, Walter Gargano dan Cristian Rodriguez
selagi duet lini depan yang akan diisi oleh duo striker
berbahaya seperti Edinson Cavani dan Suarez. Akan tetapi,
jika nama terakhir masih cedera, tampaknya Diego Forlan akan
dijadikan alternatif.

Pelatih Oscar Tabarez

Prestasi besar pertama Oscar Tabarez sebagai manajer
datang pada 1987 ketika ia membawa Penarol keluar sebagai
juara Copa Libertadores hingga kemudian diangkat sebagai
pelatih tim nasional Uruguay pada 1988. Meski kemudian gagal
dan pergi dua tahun berselang, yang bersangkutan kembali lagi
mengisi peran tersebut pada 2006. Saat melatih La Celeste,
nama Tabarez sempat dielu-elukan publik di negaranya
terutama setelah membawa mereka finis di urutan keempat di
Piala Dunia 2010, sesuatu yang tentu ingin diulangi pada
gelaran kali ini.

Prediksi

Uruguay Berjaya, Inggris Terdepak

Uruguay 3-0 Kosta Rika. Inggris 1-1 Italia
Uruguay 2-1 Inggris. Italia 2-0 Kosta Rika
Kosta Rika 1-3 Inggris. Italia 2-2 Uruguay

1. Uruguay 7
2. Italia 5
3. Inggris 4
4. Kosta Rika 0

Persaingan di Grup D akan tertuju pada tiga tim besar seperti
Inggris, Italia dan Uruguay - tanpa bermaksud
mengesampingkan Kosta Rika yang lolos dari zona Concacaf.
Dalam hal ini, kami memprediksi bahwa Uruguay akan berjaya
lantaran tidak memiliki masalah dengan iklim di Brasil. Selain itu,
Italia juga punya modal berharga setelah sempat merasakan
atmosfer kawasan Amerika Selatan pada tahun lalu, di mana
mereka tampil di ajang Piala Konfederasi 2013.
Sementara itu, Inggris diprediksi gagal mengingat para pemain
mereka dilanda kelelahan setelah menjalani kompetisi lokal
yang gila, belum lagi permasalahan cuaca yang bakal menjadi
penghalang. Saat bertanding di luar Eropa, anak asuh Roy
Hodgson terbukti tidak mampu berbuat banyak sebagiamana
mereka yang ditahan imbang Ekuador dan Honduras saat
melakoni laga uji coba di Amerika Serikat. Untuk Kosta Rika,
dipercaya mereka akan jadi bulan-bulanan lantaran
kekuatannya tidak merata.
Kembali Ke Atas Go down
http://ferdiankeijikenichiunderground.blogspot.com/
 
Analisis & Prediksi Grup D Piala Dunia 2014
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1
 Similar topics
-
» 10 Grup Lawak Paling Berpengaruh di Indonesia
» Ramalan Dunia Dari Tahun 2010 Sampai 5079
» 10 Mafia Terkejam di Dunia
» MOGE SKUTIK YAMAHA TMAX 2014 FP PLAT B
» WTS : YAMAHA R6 RACE BLUE 2014 ATPM KM HANYA 46

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
™My Generation™ :: Sport :: Sepak Bola-
Navigasi: